Sebuah kebun belum tentu secara netto menyerap CO2 Bisa jadi, kebun bisa jadi mengemisikan CO2 secara netto…mengapa? Perlu dihitung emisi CO2 yg dihasilkan dari fossil fuel yang digunakan untuk pupuk, herbisida pestisida insektisida, mesin traktor peminum fossil, dan sejenisnya yang digunakan untuk menunjang produksi kebun… Dan berapa CO2 yg bisa diserap kebun tersebut ? [...]
Archive for the ‘My Short Story’ Category
Industri Pangan – Teknik Kimia
Posted: February 2, 2012 in My Short StoryTags: Gula, Indonesia, Industri Pangan, Kesuburan, Produktivitas, Tanah, Tebu, Teknik Kimia
Kertas adalah Kehidupan : Episode 2
Posted: March 18, 2010 in My Short StoryTags: Education, Indonesia, Life
ini cerita yang coba penulis buat, ceritanya akan bersambung-sambung, jadi ini short story tapi dalam long term akan ada kelanjutannya… tentang kehidupan seseorang, yang berjuang melawan arus, membela apa yang ia pikir benar, memelihara optimisme, menerawang sisi-sisi yang terang, mencoba membangun prinsip dan idealisme, siapa dia? Siapa saya? Perkenalkan saya adalah Ibnu Farad. Nama [...]
ini cerita yang coba penulis buat, ceritanya akan bersambung-sambung, jadi ini short story tapi dalam long term akan ada kelanjutannya… tentang kehidupan seseorang, yang berjuang melawan arus, membela apa yang ia pikir benar, memelihara optimisme, menerawang sisi-sisi yang terang, mencoba membangun prinsip dan idealisme, siapa dia? Ya, bagus siapa saya? sungguh pertanyaan yang bagus, bisa-bisanya [...]
Chapter I
Afternoon waiting
Lelah karena pekerjaan hari ini menyelimuti tubuhku. Selesai bekerja aku menghabiskan waktu di sebuah restoran masakan sunda yang bertempat dekat kantorku. Tujuan utamaku duduk disini adalah beristirahat sejenak sambil meminum jus sirsak kesukaanku dan melihat perkembangan dunia lewat dunia maya, jadi kau tahu kawan? aku disini berdua kawan, bersama laptopku. Tapi sebenarnya aku bisa melakukan hal ini di rumahku, dan kau pasti bertanya mengapa aku lalu berselancar di restoran ini bukan di rumah bersama ibuku yang jelas menungguku pulang? Jawabannya adalah gadis itu. Aku pun (jadi) selalu teringat pesan ibu. Ibu ingin aku segera menikah. Ayahku? Ayahku sudah tiada kawan, beliau lebih dahulu meniggalkan ibu dan aku sejak aku duduk di bangku kelas 2 SMP. Kini usiaku sudah 27 tahun, aku sudah lulus dari itb, aku sudah bekerja, mapan, tapi masih sendiri. Aku punsadar akan hal ini. dan tahun depan – atau tepatnya akhir bulan depan aku akan menginjak tahun ke-28 – karena ini akhir tahun. Ibu selalu mengingatkanku tentang masalah ini – beliau ingin segera melihat hari bahagia itu dan ingin sekali menimang cucu. Maklum aku anak pertama dan satu-satunya di keluargaku…