Ini adalah “bayi” yang terbit dari rahim Yasraf Amir Piliang di rumah sakit “Himpunan”
Di tengah hari, hari “leissez-faire”, jam “lembam”, menit “transisi”, detik “skeptis”
Semoga bayi ini bisa melecut sedikit semangat “tak-mau-terpolitisasi”
—
Apa itu keprofesian?
Kalau dari file KBBI yang sudah lama ada di computer saya dan dari KBBI online, saya tidak mendapatkan maknanya.
Lalu saya coba pelajari dari bahasanya, profesi yang ditambahkan imbuhan ke- dan –an
Seperti ini hasilnya:
Fungsi imbuhan ke- -an adalah
- membentuk kata benda abstrak, misalnya keberanian, ketentraman, keindahan, dan sebagainya.
- membentuk kata kerja pasif, misalnya kehujanan, kehilangan, keracunan, dan sebagainya.
- membentuk kata sifat, misalnya keibuan, kebapakan, kekanak-kanakan, dan sebagainya.
Sedangkan maknanya adalah
- hal atau keadaan, misalnya pada kata berikut ini:
- Ia tidak memiliki keberanian untuk bertanding.
- Kecantikannya membuat banyak orang tergila-gila.
- agak atau terlalu, misalnya pada kata berikut ini:
- Sayur itu keasinan.
- Setelah bekerja seharian dia tampak kelelahan.
- terkena, misalnya pada kata berikut ini:
- Ia sakit karena kehujanan.
- Duduklah di bawah pohon biar tidak kepanasan.
- tempat, misalnya pada kata berikut ini:
- Orang-orang berkumpul di kelurahan.
- Dia tidak berada di kediamannya.
- menyerupai atau memiliki sifat seperti, misalnya pada kata berikut ini:
- Gadis itu tampak keibuan.
- Janganlah kekanak-kanakan.
- sangat merasakan, misalnya pada kata berikut ini:
- Dia tampak kesakitan.
- Gunakan selimut biar tidak kedinginan.
Dari sini dan dengan mencocokkannya dengan kenyataan – mungkin menurut saya – keprofesian cenderung berfungsi seperti bagian pertama dan maknanya seperti dijelaskan oleh bagian pertama juga
#
Keprofesian…apa sebenarnya yang ingin dicapai oleh kita dari sebuah kata ini?
Adakah justifikasi ilmiahnya yang tak-terdebatkan? Adakah rujukan rasionalitasnya yang mampu menembus dimensi moral seorang manusia kompleks?
Adakah penjelasan singkatnya yang mudah dibayangkan – seperti kita membayangkan apa itu “keadilan” dalam konsepsi kita waktu kita asumsikan dulu ketika kita kecil?
Kalau yang lain ga jelas, apa keprofesian juga sudah jelas?
Apa tujuan utama dan sasaran-sasaran dari keprofesian? Semakin ahli? Semakin professional? Semakin terspesialisasi?
Insinyur utuh yang jago dan bernaluri tinggi? Terlalu personal untuk suatu gerakan yang besar
Lalu,
Untuk apa bicara keprofesian kalau sama akademik biasa aja masih ada yang mengeluhkan …
Apa kita mau instan dan serba efisien ? belajar sedikit nilai masih pengen tetep bagus ?
Lalu,
Untuk apa berbasiskan keprofesian jika tidak ada yang diterapkan secara nyata tapi hanya kata …
Apa kita mau menyebut itu solusi tapi padahal baru teori tanpa aksi ?
Lalu,
Seperti apa seharusnya sebuah organisasi keprofesian dengan fasilitasnya ?
Sebuah arena belajar dengan banyak peralatan aplikatif dan penuh inovasi atau sebuah arena bermain biasa ?
Atau
Apa keprofesian itu sebuah “agak”?
atau sebuah “tempat” saja?
atau “terkena” jadi itu sebenarnya tidak sengaja?
atau hanya sekedar “menyerupai” saja, jadi ya wajarlah…?
atau hanya “sangat merasakan” saja, jadi diterima saja?
Ekspektasi taraf-normal apa yang layak dilayangkan dari luar pada sebuah kata ini dan orang-orang berkumpul secara tersistem yang mengusung kata ini?
Jika, saya mesti menjelaskannya, saya mungkin akan merendahkan makna kata ini…
Dia hanyalah secuil roti yang harus kita bagi di pagi hari kepeda teman kita yang tak punya
Dia seperti keringat yang tercucur setelah kita berjalan jauh atau berlari cepat
Dia mirip atap yang hanya memberi batas lapisan antar-muka jasad kita dan sang surya
Keprofesian bisa jadi jembatan,
Adalah ketika kita bisa menjelaskan pemikiran-kita-yang-sulit-dimengerti dengan sebuah analogi kepada teman kita yang seprofesi hanya karena kita bisa memahami analogi tadi dengan cara pandang yang sama karena kita satu profesi
Keprofesian bisa jadi kentut,
Adalah ketika sesuatu yang kita keluarkan dari pemikiran kita secara sengaja, tak-sengaja, bisa ditahan, atau dipaksa untuk keluar ketika kita dicekoki sebuah persoalan oleh orang luar yang berekspektasi tinggi atas opini kita karena kita dianggap orang yang berada dalam profesinya, dan kita menganggap level sang penanya jauh dibawah kita
Keprofesian bisa jadi matahari,
Adalah ketika kita bingung atas apa yang kita lakukan sekarang dan lalu kita balik-landas – dan kita pun seolah merasa mendapatkan energi untuk bergerak kembali karena kita sadar itulah profesi kita
Tapi serius, kata ini rendah dan terlalu sempit … dan Jangan sampai kita menjustifikasikan hal ini
disaat,
kita berada di posisi tidak bisa bersikap atas suatu perkara yang secara de jure memang tak perlu kita ketahui.
ketika kita tidak tau harus bersikap apa lalu diam saja.
ketika kita terlalu asik berada dalam tempurung.
ketika orang lain sibuk panik dan kita diam saja karena alarm-panik kita tak berbunyi.
ketika kita terlalu asik bermain dan tenggelam dalam akademika, paradox.
ini hanya lah bongkahan kecil dari suatu tuntutan dari luar dan dalam baik yang nyata atau tak-nyata atas posisi kita.
ini hanya lah output dikehendaki level easy-medium atas input yang lingkungan hebat ini bisa berikan kepada kita.
dibalik itu, rasanya masih ada suatu hal besar yang kecil, paradox.
yaitu
hidup merdeka mengetahui tanpa terpolitisasi dengan menjaga standar tinggi, terus membentuk sebuah kelayakan realita, sebagai sebuah bentuk nyata dari idealisme
—-
notes ini saya tutup dengan jawaban Bung Google waktu saya minta gambaran ttg keprofesian
http://www.google.co.id/search?q=keprofesian&oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&um=1&ie=UTF-8&hl=id&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=zu0_T7nSCsPSrQfTqfyxBw&biw=1280&bih=600&sei=0e0_T-vFHIKsrAeZ8uG_Bw